jump to navigation

tugas-tugas DSS.. April 5, 2008

Posted by triphilodia in my college corner.
trackback

Assalamualaikum,,

Untuk post-an kali ini saya akan berusaha menjabarkan seputar tugas yang saya kerjakan pada mata kuliah Teori KEputusan atau yang lebih dikenal dengan sebutan DSS (decision Support System)

Salah satu tugas kelas DSS adalah mencari jurnal yang berhubungan dengan teori keputusan. Jurnal yang diambil boleh menggunakan teori keputusan apapun.

Jurnal keputusan yang aya ambil, menggunakan teori AHP (analytical Hierarchy Process) tema jurnal saya tersebut berhubungan dengan pemilihan proposal pendidikan di suatu universitas yang diajukan oleh para dosen untuk kemudian dinilai oleh dewan pendidikan universitas tersebut. Jurnal tersebut diambil dari situs www.sciencedirect.com

Jurnal tersebut hanya menerangkan mengenai bagaimana pembuatan criteria dan penilaian terhadap criteria tersebut.

tugas yang lainnya adalah mencari jurnal teori keputusan yang menggunakan data kualitatif. Untuk itu saya mencari jurnal lainnya. Sisi kualitatif dari jurnal yang saya dapatkan adalah penilaian terhadap criteria dilakukan dengan mengharapkan respon dan pendapat dari para pakar

Tugas selanjutnya adalah mencari jurnal yang berhubungan dengan AHP. Secara umum AHP adalah metodologi pengambilan keputusan yang terstruktur yang multi atribut. Berdasarkan matematika dan psikologi manusia, AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1970-an. Menurut Saaty, dalam praktek tidak ada prosedur untuk membangkitkan tujuan, criteria aktifitas yang dilibatkan dalam suatu hirarki bahkan dalam system yang lebih umum. Pengguna AHP pertama kali harus mendekomposisikan masalah keputusan mereka ke dalam hirarki dari sub-masalah yang masing-masing dapat dianalisa secara independent.

Hirarki adalah suatu system pembuatan ranking dan pengorganisasian orang, barang, ide dan lain sebagainya dimana masing-masing elemen system, kecuali yang paling atas, merupakan subordinate kepada satu atau banyak elemen yang lainnya. Hirarki AHP terdiri dari tujuan keseluruhan, sekelompok opsi atau alternative untuk mencapai tujuan, dan sekelompok factor atau criteria yang menghubungkan alternative ke tujuan. Saat hirarki telah dibuat, pengambil keputusan secara sistematis mengevaluasi elemen tersebut, membandingkan antara satu dengan yang lainnya secara berpasangan. AHP bisa berupa penilaian individu dan bukan saja mengandalkan informasi dalam melakukan evaluasi.

Aplikasi dari AHP telah menghasilkan hasil yang luas dalam masalah yang mengandung pemilihan alternative, perencanaan alokasi sumber daya dan penyetingan priortias. AHP dikerjakan menggunakan hirarki. Namun masih banyak ritik terhadap AHP. Menurut J. Dyer, Kritik terhadap AHP adalah cacat pada prosedur untuk meranking alternative dimana ranking dihasilkan oleh prosedur yang sewenang-wenang. R. D. Holder mempertanyakan mengenai validitas dari AHP yang jauh dari sempurna. Menurut Schenkerman, AHP konvensional dan beberapa varian (mode ideal dan pendekatan agregat berpasangan) dapat menyebabkan terjadinya pengurutan meskipun tidak ada pengorderan.

Tugas berikutnya adalah mengenai bagaimana cara membobotkan criteria dari suatu metode AHP. secara umum metode pembobotan yang bisa dilakukan di AHP biasanya adalah menggunakan pairwaise comparison atau metode berpasangan yaitu membandingkan setiap elemen dengan elemen yang lainnya pada setiap tingkat hirarki secara berpasangan sehingga didapat nilai kepentingan elemen dalam bentuk pendapat kualitatif. Sebelum melakukan perbandingan berpasangan, elemen harus dapat melewati tes konsistensi

Konsistensi mengandung dua arti: (1) bahwa pemikiran atau obyek yang serupa dikelompokkan menurut persamaan dan pertaliannya, (2) bahwa intensitas relasi antar gagasan atau antar obyek yang didasarkan pada suatu criteria tertentu akan saling membenarkan secara logis.

Tugas selanjutnya adalah membuat file AHP dari kreasi kami sendiri yang disyaratkan harus mempunyai minimal 5 kriteria dan 3 sub-kriteria untuk masing-masing kriteria. File AHP yang saya buat adalah mengenai pemilihan moda transportasi. Criteria dan sub criteria yang saya buat adalah :

  1. kelas
    1. ekonomi
    2. bisnis
    3. eksekutif
  2. keamanan
    1. keamanan tempat pemerangkatan
    2. keamanan tempat transit
    3. keamanan selama perjalanan
    4. keamanan tempat tujuan
  3. penilaian petugas
    1. keramahan petugas
    2. kerapihan petugas
    3. kesigapan petugas
  4. jaminan
    1. tepat waktu
    2. kondisi tranportasi
    3. asuransi kecelakaan
  5. kenyamanan
    1. kebersihan
    2. tingkat kebisingan
    3. suhu udara dalam moda
    4. kelembaban dalam moda

dalam AHP tersebut, software yang digunakan adalah expert choice 2000.

Itulah gambaran singkat mengenai tugas-tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa dan deskrispsi mengenai tugas-tugas yang telah saya kerjakan.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membutuhkan dan maf bila terdapat kesalahan teori yang ada di post ini karena saya masih dalam tahap belajar sehingga diharpakan adanya feedback berupa saran dan kritik yang membangun agar saya lebih paham dan mengerti tentang konsep teori keputusan yang sedang saya pelajari ini..

Terimakasih…

Wassalam…

Comments»

1. eliceyunus - April 5, 2008

walah walah, ternyata saudara tri mengupas AHP secara tajam dan terpercaya!! menarik sekali, AHP digunakan untuk memilih mode transportasi … pastinya kereta jabotabek itu dapet rating terbawah dong yahh ??!!

2. ariefrc - April 5, 2008

Wuah.. siencedirect.com… situs andalan…

3. keshia - April 5, 2008

tri, emangnya petugas transportasi harus ramah ya?? bener juga sih,, biar ga kayak kenek2 bus yang biasa gue naikin heheh…
eh isi donk komen di blog gue.. bikin blog kosong di multiply donk… uhuhuhuhuh… plis
thanksss

PS: sejak kita sekelompok, kita harus gosip bareng nih fufufufu

4. yudavedito - April 5, 2008

wah jadinya paling bagus naek transportasi mana?

di jakarta ga ada yang bagus nih

5. ramadarmawan - April 5, 2008

Wah,, pemikiran yang sistematis sekali bung Tri.. Salut..
Just be a good decision maker in your life

STRIVE FOR EXCELLENCE, NOT PERFECTION…

6. christianovp - April 5, 2008

walah,,,

tri gw nanya dah…
klo ga ada petugas yang langsung melayani kita gmana pembobotannya?

kya di kereta listrik ekonomi jalur jakarta-bogor yang menjadi andalan mahasiswa UI… kan ga ada petugas di gerbongnya tuh ..

jadi Gmana Donk….

christian ovp

7. Rita Margaretha - April 5, 2008

wah kayanya resume DSS okeh juga nih tri. ehmm menanggapi tentang file EC lu yang memilih model kendaraan yang paling baik, apakah ga memperhatikan keadaan keuangan si pengguna juga? jeje klo hati ingin pengen naik kereta kelas ekskutif tapi cuma ada duit buat beli yang kelas ekonomi gmn atuh? hehe ^^

8. laksyandi - April 5, 2008

eneg gue baca pos panjang2… sabar yah

9. nandyka - April 5, 2008

tri gw mau nanya dah…ec user-friendly ga mnurut lo?jadi klo orang awam yang ga ngerti tentang ahp, ato dss bisa pake itu ga??ntar kputusan yang didapet bisa ga konsisten…trus gimana donk??

10. cicashevanisa - April 6, 2008

cieee yang anker (anak kereta) ga jah2 dah tema lo transportasi..
iye bener kata elis klo dipikir-pikir transpot kereta khususnya jabotabek,,bisa jadi juru kunci tuh klo diurutin,,apalagi setelah kejadian lo di kereta kemarin ya 3??

11. Zha - April 6, 2008

tri..kenapa ga bikin kasusnya tentang “memilih berita mana yg akan digosipkan..??hehe..

gud lak ya buat semester 6..tinggal 2 bulan lagi koq..=)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: